Sabtu, 25 Oktober 2014

Suatu Hari Nanti

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik, cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal, cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara. Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang. Tetap jadilah diri sendiri. Kamu pun tidak dan jangan menuntut orang lain menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Karena yang baik belum tentu tepat.

Orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat, selebihnya hanyalah ujian. Kamu tidak tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya menjaga orang yang paling berharga untukmu karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya.

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik dan cukup luas hatinya untuk kamu tinggali, cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan bersama. Lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup.

--- suaracerita #10

Tuhan dan Rahasia

Ketika aku ditanya tentang hal apa yang ingin aku ketahui dari hidup, hanya ada satu hal yang ingin aku ketahui. Bukan soal kaya atau miskinku, siapa jodohku atau bagaimana masa depanku. Satu hal itu adalah memaafkankah Tuhan atas segala dosa-dosaku?

Aku hanya ingin tahu satu hal itu saja, selebihnya aku tidak perlu. Aku hanya butuh maaf-Nya dalam hidup ini, sebab aku sudah banyak berlaku salah, sebab kesalahan itu selalu menghantuiku hingga saat ini. Hendak memilih mati pun itu sebuah kesalahan, Tuhan melarangku mengakhiri hidupku sendiri. Tidak mengapa aku lepaskan dunia ini asal aku tahu bahwa Dia memaafkanku.

Aku takut aku tidak berkesempatan masuk surga-Nya. Aku takut kelak di hari penghakiman seluruh dosaku diberitakan tanpa dimaafkan satupun. Setidaknya aku berterima kasih atas kebaikan-Mu karena Engkau menutupi seluruh rahasia dan dosa ini.

Orang-orang melihatku begitu baik, bahkan beberapa melihatku di atasnya. Mereka hanya tidak tahu apa yang aku sembunyikan dari balik pakaian dan tulisan. Mereka tidak tahu saja bahwa aku mungkin mengalami kehidupan yang tidak pernah mereka bayangkan. Yang akan membuat mereka pergi jauh ketika mereka mengetahuinya.

Begitulah cara Tuhan. Aku tahu, mudah bagi-Mu memuliakan dan meghinakan. Kemuliaan dan kehinaan sama-sama ujian dan aku masih tetap sama, hanya ingin tahu memaafkankah Tuhan atas kesalahanku?


--- suaracerita #9

Selasa, 21 Oktober 2014

show me you care


I would love to talk over coffee, with you as main course,
and our laugh sweet as sweet desert.

Senin, 20 Oktober 2014

Kalau saja kau tahu, bahwa aku tidak pernah mengharapkanmu mampu menyayangiku sebesar rasa sayangku padamu, terkadang aku hanya ingin kau membuatku memahami bahwa seberapa besarpun itu kau tetap menyayangiku dan akan selalu menyelamatkanku dari kehilangan.

Kalau saja kau tahu, bahwa aku tidak pernah mengharapkamu mampu mengerti keseluruhanku, terkadang aku hanya ingin diam dan berdua saja denganmu. Diam yang bukan berarti kau tidak peduli, tapi kau mencoba membuatku memahami bahwa aku mungkin akan kehilangan beberapa hal dalam hidup ini, namun tidak dirimu.

Karena segalanya akan baik baik saja, selama kita bersama. Begitu katamu.

Bagaimana kalau kita mulai memperdebatkan tentang segala hal?
Sebab hidup terlalu banyak hal untuk diceritakan, sebab hati telalu takut terluka kembali.

Bisakah kita mulai menceritakan tentang segala hal?
Sebab saya sudah tidak mengerti harus bersikap seperti apa. 

Saya tidak ingin hal-hal yang mengganggu emosi saya menjadikan saya membenci diri saya sendiri. Karena sudah tak jarang menemukan orang yang akhirnya berubah menjadi orang lain tanpa mereka sadari.

"Kalau kamu merasa saya tidak cukup memahami dirimu, maka tunjukkan caranya. Kita bersama bukan untuk saling menerka lalu terluka."  --- Falafu