Sabtu, 20 Februari 2016

Game over. I lose.

pic by tumblr

Saya selalu ingin menenangkanmu, agar mampu memenangkanmu.
Kemenangan yang saya sendiri seringnya keliru.


Jumat, 19 Februari 2016

"Hai. Satu kata yang tertelan belasan jam sebelum akhirnya kau menjawab teleponku hari itu. Bertanya kabar mungkin adalah hal yang 'basi', namun aku tetap menanyakan kabarmu hari itu. Terdengar suaramu sangat baik, tanpa beban dan sepertinya kau memang baik-baik saja.

Baguslah. Hatiku berkata demikian. Tiba-tiba kau menutup teleponku begitu saja dengan alasan kau masih banyak kerjaan dan berjanji akan menelponku kembali kalau sudah selesai nanti. Menelpon kembali? Tanyaku dalam hati. Mana mungkin. Aku menghibur diri."

Hari itu adalah hari dimana aku telah mencapai batas lelah, aku butuh telinga, aku perlu didengarkan. Bercerita bukan hal yang mudah untuk orang sepertiku. Namun lagi, aku tak menemukanmu.

Senin, 01 Februari 2016

#2 - Untukmu

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke 2
  
Sini mendekat, biar ku jelaskan padamu
apa-apa yang sempat terlewat.

#1 - Senang Bisa Bertemu Denganmu

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke 1

Ada kalanya kita merasa 'jengah' pada hal yang membuat kita lelah.
Terima kasih, senang bisa bertemu denganmu.


Jumat, 01 Januari 2016

Tentang Bahagia

Bahagia itu sederhana.

Menghabiskan waktu bersamamu misalnya. Bahkan itu lebih dari sederhana. Ketika semua terasa mudah dan tak terencana. Tuhan tau yang terbaik untuk kita.

Bahagia itu pilihan.

Tentang hadiah yang Tuhan beri misalnya. Kamu termasuk disana. Sebagai hadiah yang bahkan belum pernah kuduga sebelumnya. Rencana Tuhan memang lebih indah.

Bahagia itu kita.

Sebagaimana kita bersama saling berusaha agar tetap ada, yang dalam diam saling mendoakan, yang dalam amarah saling menjaga. Semoga rencana baik Tuhan bersamaan dengan apa yang selalu kita doakan.

Terima kasih telah karena membahagiakan...