I think--I think when it's all over, It just comes back in flashes,
you know? It's like a kaleidoscope of memories. It just all comes back.
But he never does. I think part of me knew the second I saw him that
this would happen. It's not really anything he said or anything he did,
It was the feeling that came along with it. And the crazy thing is I
don't know if I'm ever gonna feel that way again. But I don't know if I
should. I knew his world moved too fast and burned too bright. But I
just thought, how can the devil be pulling you toward someone who looks
so much like an angel when he smiles at you? Maybe he knew that when he
saw me. I guess I just lost my balance. I think that the worst part of
it all wasn't losing him. It was losing me.
Minggu, 08 Maret 2015
And Things Will Get Better
Hidupmu
terlalu baik. Jika denganku banyak luka yang harus kamu tutupi.
Dan aku
tidak mau memberimu cinta yang merepotkan.
[repost : @falafu]
Kamis, 05 Maret 2015
Selasa, 03 Maret 2015
Hilang.
Seperti ingin sekali ditemukan, padahal saya tidak sedang menghilang.
Terkadang hidup bisa setidak tau diri itu
Saya hanya akan bersembunyi ketika hal sedang berjalan dengan tidak baik. Menghilang dengan alasan menenangkan diri, karena sebenarnya saya bukan orang yang pandai menyampaikan emosi. Kemudian yang ada hanya akan diam dan membaik-baik sajakan diri sendiri.
Rasanya semacam berusaha melupakan orang yang belum dikenal, saya penasaraan tentang sesuatu yang saya sendiri tidak tahu. Ada beberapa reaksi diri yang bahkan saya sendiri tidak mengerti, berusaha menyangkal hanya semakin menipu diri. Mungkin benar kata orang; Kebohongan yang paling menyesakkan ialah membohongi diri sendiri.
Begitulah saya merasa hilang didalam kebohongan sendiri.
Begitulah saya merasa hilang didalam kebohongan sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)

